Inilah pengalaman kami pergi bersama keluarga ke Singapura dan Malaysia di bulan Ramadhan 1439 H di tahun 2018.
Inilah perjalanan kami :
Hari Selasa 29 mei 2018, Pukul 13.45 berangkat dari Soekarno Hatta Terminal 3 dengan pesawat AirAsia TGU3QR.
Di penerbangan Air Asia, kami sudah terlanjur memesan tiket tanpa bagasi, artinya barang bawaan yang boleh dibawa adalah yang hanya bisa masuk ke dalam kabin pesawat dengan ketentuan :
Semua penumpang (kecuali bayi) diperbolehkan membawa 2
bagasi kabin ke dalam pesawat yang terdiri dari:
1 (satu) Bagasi Kabin:
TIDAK BOLEH melebihi ukuran 56cm (T) X 36cm (L) X 23cm (P) Atau Koper ukuran 21".
HARUS MUAT dalam ruang penyimpanan di atas kepala di kabin
pesawat.
1 (satu) tas Laptop atau 1 (satu) tas tangan atau 1 (satu)
tas kecil:
TIDAK BOLEH melebihi ukuran 40cm (T) X 30cm (L) X 10cm (P).
HARUS MUAT di bawah kursi di depan anda.
Berat gabungan kedua barang tidak boleh melebihi 7kg.
Karena kami ber-6 termasuk si kecil yang berusia 2.5 tahun, maka kami merencanakan untuk naik mobil MPV sewaan sebesar S$ 60 yang ditawarkan bung AndreBP Kunjungi Webnya ketik "tourwisatasingapore" untuk menjemput dari Changi ke Strand Hotel di Bencoolen Street. Ini lebih mudah dibandingkan dengan naik bus atau MRT karena kami membawa barang bawaan untuk rekreasi selama 7 hari, walupun secara cost masih lebih murah naik MRT atau Bus.
Tahun 2015 adalah tahun yang berat bagi industri otomotif di Indonesia bahkan di Asean, dimana angka penjualan sampai akhir tahun diprediksi akan turun sekitar 15-20% dari penjualan tahun 2014 untuk pangsa pasar di Indonesia. Digdayanya super dollar Amerika dan perlambatan ekonomi menjadi pemicu utama penurunan di industri otomotif karena memang bisnis ini sangat rentan terhadap daya beli masyarakat.
Kondisi di tahun 2015 tidak menyurutkan produsen mobil di Indonesia untuk berinovasi mengeluarkan produk terbarunya untuk bisa bersaing dengan para kompetitornya. Toyotapun di akhir November 2015 akhirnya mengaspalkan Toyota All New Kijang Innova sebagai pengganti Kijang Innova lama yang sudah diproduksi selama 11 tahun (2004-2015), sebuah sklis produksi yang terlalu lama. Hal ini disebabkan mobil Mid MPV sekelas Kijang Innova tidak ada persaingan yang berarti sehingga share market Kijang Innova selalu dia atas 80%. Sebagian besar produsen selain Toyota hanya tergiur oleh kue di kelas Low MPV yang didominasi Toyota Avanza, maka lahirlah Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio yang sukses merebut sedikit kue kesuksesan Toyota Avanza.
Pada tanggal 23 November 2015 Toyota akhirnya membuka tabir sosok All New Kijang Innova yang sangat ditunggu para pecinta mobil Mid MPV yang tetap lega dan tangguh.
Secara keseluruhan setelah melihat sisi Exterior, Interior dan Performance datanya, maka diambil kesimpulan bahwa Toyota menaikkan kembali rasa Kijang menjadi naik level dengan konsekuensi harga yang juga ikut terkerek naik.
Bagaimana Rasanya menaiki Toyota All New Kijang Innova 2015 ? Inilah pengalaman langsung yang kami rasakan setelah menjajal sejauh 1500 km dengan menggunakan Toyota All New Kijang Innova type 2.4 V Luxury bermesin Diesel VNT Turbo.
** Rute Jakarta-Klaten sejauh 540 km pada 23 Desember 2015, pukul 14.00 WIB.
Kondisi lalu lintas : Terhadang macet parah disepanjang Brebes-Tegal-Pekalongan.
Bahan Bakar : Perta-Dex.
Performance :
Disepanjang jalan tol Cikampek sampai Pejagan, kami merasakan langsung bagaimana limpahan torsi mobil bermesin diesel ini luar biasa mantap, dengan tenaga 149 hp dan Torsi 349 di maks rpm 2800 sangat ringan sekali menghela mobil ini bahkan untuk kecepatan > 150 km/jam (hanya untuk test). Yang kami suka dari mobil ini adalah akselerasi di kecepatan 60 km/jam - 140 km/jam, bisa melesat dengan cepat. kami memang tidak mencatat tetapi merasakan akselerasi spontan di range kecepatan tersebut.
Hal ini diperkuat dengan data di majalah otomotifnet.com yang juga sudah melakukan test drive mobil serupa dengan transmisi otomotis membukukan akselerasi 0-100 km/jam dalam 12.1 detik (Dari 20 detik untuk mobil 2.5 diesel yang lama). Maka untuk 2.4 Diesel M/T akan berkisar 10,75-11,5 detik (kita tunggu test dari yang punya otoritas), apalagi sekarang dengan mode Power maka hasilnya akan mendekati angka estimasi 10.75-11.5 detik.
Kesimpulan untuk Performance : mobil ini dengan bobot + 200 kg dari type lama tetapi disematkan mesin baru 2 GD 2.4 Intercooler (Seperti type VNT Turbo pada Fortuner type lama), maka performancenya meningkat drastis dari type Innova lama baik bensin maupun diesel. Jika anda ingin membeli mobil All New Innova maka akan rugi jika tidak membeli yang type Diesel.
Konsumsi BBM :
Dengan adanya MID di semua type Innova baru, maka sangat mudah mengetahui konsumsi bbm pada berbagai kecepatan, kondisi lalu lintas dan mode pengendaraan.
Kami di sepanjang perjalan hampir 100% memakai mode "Eco" kare ingin mengetahui kehematan mobil ini.
Kondisi lancar tanpa macet, jalan flat : sangat mudah mendapatkan konsumsi bbm 15-17 km/liter (coba tahan kecepatan 40 km/jam di gigi2, 60 km/jam di gigi 3, 80 km/jam di gigi 4 atau 100 km/jam di gigi 5).
Eco Mode :
Jalan Flat Lancar : 17-18 km/L
Jalan Nanjak lancar : 13 km/L
Jalan Turunan lancar : 22 km/L
Jalan Flat Macet Normal : 13-14 km/L.
Jalan Flat Macet Liburan : 12.5-13.5 km/L
Jalan Flat Macet Parah : 10-11 km/L
Agresif Kec > 120 km/Jam : 12-14 km/L
Power Mode :
Mode mengendarai jenis ini akan membuat Innova baru ini terasa "Liar" tarikan spontan dan akselerasi yang begitu mantap, hanya cocok kalau jalanan sepi.
Kami sempat mencobanya di jalan tol, membuat tubuh seakan tertarik ke belakang jok.....dan hasil konsumsi bbmnyapun drop 10-20% dari saat menggunakan ECO Mode.
BBM Rute Jakarta-Klaten :
12.3 km/Liter dengan rincian (Jakarta-Pejagan lancar 15 km/L, Pejagan Pekalongan Macet Parah 10-11 km/L, Alas Roban lancar 12.5 km/L dan Semarang-Klaten 14 km/L). Dengan konsumsi bbm 12.3 km/Ltr pengendalian normal cukup lumayan, karena kemacetan parah sepanjang Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan sangat menguras bbm di jalanan. Kami yakin jika rute ini di ulang di liburan biasa (bukan lebaran atau natal-tahun baru) konsumsi bbm bisa 15-17 km/L.
Mobil yang diparkir dalam kondisi menyala, akan membuat konsumsi bbm di MID drop dengan cepat. Metode test kali ini ikut menyumbang drop konsumsi bbmnya karena hampir setiap parkir, mobil dibiarkan dalam posisi on untuk kenyaman penumpang anak-anak.
Untuk rute balik dari Klaten ke Jakarta :
Dihasilkan 12.9 km/L sejauh 590 km (melewati Solo) dan penyumbang drop konsumsi bbm adalah kemacetan tol Cikampek ke arah jakarta pada 27 Desember 2015.
** Rute Bandung-Bekasi sejauh 120 km pada 2 Januari 2016, pukul 11.00 WIB.
Kondisi lalu lintas : lancar Jaya
Bahan Bakar : Perta-Dex.
Rute Bandung-Purwakarta (Sate Maranggi) sejauh 80 km : 21 km/L (mungkin karena faktor turunan Tol Cipularang)
Total Rute Bandung - Bekasi : 17.5 km/L. (Pengendalian Moderat).
** Rute Klaten - Surakarta lihat video di bawah ini
** Rute dengan kecepatan konstan 110 km/jam tol Cipali.
** Pada tanggal 31 Januari 2016, Test Rute Bekasi-Tanjung Lesung Banten-Bekasi
Jarak PP : 455 km
Konsumsi BBM Bekasi-Tanjung Lesung (Lewat Cilegon) : 13.6 km/L
Konsumsi BBM Tanjung Lesung-Bekasi (Lewat Serang) : 14.0 km/L
Rata-rata konsumsi BBM : 13.8 km/L
Hadangan kemacetan hampir 1 jam terjadi dari kebun jeruk sampai Tol Cikupa.
** Pada 8 Feb 2016, kami mengadakan perjalanan Bekasi-Bandung sejauh 103 km
Pengendalian normal-sedikit agresif saat nanjak. Konsumsi BBM 13.4 km/L
Saat cruising datar bisa di kisaran 17.5 km/L, tapi saat tanjakan panjang drop di kisaran 9 km/L, saat turunan bisa > 25 km/L.
Sebagai bahan perbandingan, Toyota New Innova 2.4 Q A/T yang di test oleh majalah Autobild diperoleh :
Dalam Kota rata-rata Kec 25 km/jam diperoleh 13.3 km/Liter
Tol Konstan 90 km/jan diperoleh 18.6 km/liter.
Berarti bisa diestimasi untuk yang type Diesel M/T bisa dikisaran :
Dalam kota (25 km/jam) = konsumsi 14-15 km/Liter
Tol Konstan 90 km/jam = konsumsi 20-23 km/Liter.
**Pengetesan oleh Autobild di pertengahan 2016
Hasil pengetesan ke wilayah Banten yang mencapai >1000 km menghasilkan konsumsi bbm rata-rata 20 km/Liter atau menjadi yang teririt di liga mobil diesel yang ditesnya. Lihat Autobild Edisi October 2016.
Demikian hasil test drive kami selama liburan akhir tahun 2015 dengan Toyota Kijang All New Innova.
Kami merasa puas dengan konsumsi bbm Innova baru ini karena sebelumnya kami pengguna Innova Bensin yang lama. Di lain waktu mungkin perlu dicoba bagaimana kalau innova baru ini di beri Bio Solar atau campuran Perta-Dex dengan Bio Solar, walaupun pasti performancenya drop tapi bisa dilakukan untuk membuat perbandingan.
Toyota tahun 2015 ini benar-benar menunjukkan taringnya sebagai produsen mobik kelas dunia, hal ini terbukti dengan keberhasilannya menaklukkan VW dalam hal penjualan mobil Semester 1 tahun 2015 ini. Di Indonesia, Toyota juga memamerkan sang idola bagi keluarga Indonesia dengan kehadiran Toyota Grand New Avanda dan Veloz dengan bertabur fitur dan improvisasi yang membanggakan bagi penggunanya. Tak tanggung-tanggung angka penjualannya kembali di angka > 15,000 unit/bulan yang sangat sulit dikejar oleh musuh bebuyutannya selama 3 tahun ini yaitu Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio, bahkan jika semua produk LMPV selain Avanza di jumlahkan, maka angka penjulannya masih lebih kecil dibandingkan angka penjualan Toyota Grand New Avanza.
HOT......TOYOTA INNOVA BARU BROSUR BOCOR
Berita di tanggal 28 Oktober oleh Autonetmagz.com menyebar ke sebagian besar situs otomotif dunia maya, kabar tersebut adalah Bocornya Brosur Toyota Kijang Innova baru yang selama ini hanya bisa digambarkan melalui Rendering gambar....memang apa yang sudah di rendering 90% sama dengan yang ada di Brosur (Tapi renderingnya bentuknya kurang proporsional)
Rendering Toyota Innova 2015
Dan inilah Wujud Nyata Toyota Kijang All New Innova 2015 yang terkuak lewat brosur yang bocor di dunia maya.
Wajah Toyota Kijang Innova 2015 Type V (tertinggi)
Jelas bahwa wajah Asli Toyota Innova 2015 jauh lebih proporsional dan Elegan dibandingkan yang ada di rendering.
Teaser All New Innova di Web Resmi Toyota Indonesia
Bandingkan dengan Model yang meninspirasinya yaitu Toyota Kluger :
Toyota Kluger yang Menginspirasi Kijang Innova
Toyota Kijang Innova Type Q (menengah)
Dan inilah Spesifikasi Toyota Kijang Innova 2015
Spesifikasi Kijang All New Innova
Dengan semua spesifikasi tersebut di atas, Toyota benar-benar telah melakukan langkah besar untuk mensejajarkan Toyota Kijang Innova dengan MPV mewah sekelasnya. Maka tidak salah bahwa Raja Medium MPV akan tetap bisa dipertahankan oleh Toyota Kijang Innova dan bahkan bisa merusak kelas-kelas di bawahnya.
Berikut ini estimasi Harga yang juga bocor ke dunia maya :
Tertarik, segera jadikan anda pemilik pertama Kijang All New Innova, hubungi sales masing-masing dealer Toyota di semua daerah mulai 23 November 2015.
Update Tanggal 10 November 2015
Setelah media otomotif mendapatkan undangan dari pihak Toyota Astra Motor, maka berbagai media segera merilis gambar yang lebih utuh dan jelas tentang sosok Toyota All New Kijang Innova yang akan resmi meluncur pada 23 November 2015.
Inilah gambar yang bisa disajikan di sini :
Exterior All New Kijang Innova 2015
Interior All New Kijang Innova 2015
Dengan gambar original Kijang Innova 2015 ini maka terlihat bahwa All New Kijang Innova mempunyai kesan :
- Kokoh dan Gagah
- Modern dan Futiristik
- Naik Kelas ke level yang lebih tinggi
Dengan positioning harga yang pas, maka sangat layak All New Kijang Innova akan segera ditunggu pecinta mobil keluarga selama 11 tahun ini. Pantas kalau mobil ini akan selalu memimpin pasar Medium MPV di Indonesia.
Update Tanggal 12 November 2015
Semakin jelas gambaran interior Toyota All New Kijang Innova 2015 dengan balutan cover jok warna hitam muda, semakin menambah rasa elegant pada mobil mid MPV Toyota kali ini.
Update Tanggal 13 November 2015
Menjelang peresmian Toyota All New Kijang Innova 2015, mulai muncul photo-photo detail yang menggambarkan wajah Innova dari berbagai sisi.
Toyota All New Kijang Innova 2015 (Pandangan Samping)
Update Tanggal 17 November 2015
Penulis akhirnya berhasil mendapatkan brosur yang akan dilaunching tanggal 23 November 2015 sebagai berikut :
Dengan brosur tersebut, tetap harga belum bisa resmi diumumkan, menunggu tanggal 23 November 2015.
30 Juli 2015
Kamis
Pukul 07.45
Perempuan
3.77 kg
50 cm
Putri Yang Suci dan Pemurah.
Semoga Allah memberikan keberkahan, kesehatan, kemanfaatan dunia dan akherat. Berbakti kepada orangtua, berguna bagi agama, keluarga, nusa dan bangsa. Bisa memberikan manfaat bagi lingkungan dan memiliki ilmu yang tinggi....Aamiin.
Honda akhirnya mengaspalkan Honda HRV di tanah air untuk menantang kelas LOW SUV yang sudah terisi Toyota Rush, Daihatsu Terios, Ford Eco Sport dan bahkan kelas diatasnya yaitu Mitsubishi Outlander. Persaingan di kelas ini menjadi sangat dinamis dengan kehadiran Honda HRV, bahkan kemunculannya di awal 2015 menorehkan prestasi penjualan hingga 5,000 unit per bulan di Maret 2015. Tentu seperti produk Honda lainnya, angka penjualan ini diprediksi hanya akan terjadi di 6 bulan pertama penjualan Honda HRV karena Honda tidak menerapkan system heijunka/pemerataan order.
Honda HRV yang fenomenal
Honda HRV memang membuat para pecinta Honda ingin segera meminangnya dan bahkan melupakan produk kakak adiknya seperti Honda CRV yang bentuknya membosankan, Honda Jazz yang punya GC rendah serta Honda Mobilio yang terlihat sosok Honda Brio yang dipaksa dimelarkan. Kehadiran Honda HRV ternyata justru menghantam penjualan ke-3 produk Honda lainnya yaitu CRV, Jazz dan Mobilio, itu dikarenakan sosok HRV dari segi harga, style, eksterior dan value of money lebih memikat dari produk honda lainnya.
Kondisi ini mengingatkan kejadian sebelumnya dimana Honda Freed akhirnya terbunuh perlahan-lahan oleh kehadiran Honda Mobilio, atau Honda City yang tenggelam oleh kehadiran Honda Jazz di tahun 2005. Honda memang menguntungkan konsumen dengan kehadiran produk-produk baru yang fenomenal tetapi kurang startegi dalam mempertahankan model-model yang ada sebelumnya.
Apakah Honda HRV akan menjadi primadona baru mengalahkan sang raja Low SUV yaitu Toyota Rush ?
Jawabannya adalah : Sama seperti kesuksesan Hond Mobilio, akan merusak pasar Toyota Rush minimal di tahun pertama dan kemudian melandai. Booming penjualan Honda HRV akan tetap bagus sampai 6 bulan ke depan, kemudian akan landai di angka sekitar 1,000 - 2,000 unit saja. mengapa ? karena beberapa faktor yaitu :
Bagaimanapun Honda HRV tetap berpenumpang 5 orang maksimal, mobil jenis ini penjualannya tidak akan lebih dari 2,000 unit per bulan karena Orang Indonesia masih menginginkan mobil yang muat 7 orang. Toyota Rush sebagai raja sebelumnya, angka penjualannya selama lebih dari 8 tahun hanya berkisar 1,000-2,000 unit.
Sistem penggerak depan (FWD) sangat cocok di perkotaan, sehingga mobil ini masih akan laku di daerah perkotaan tetapi bukan untuk di daerah yang masih banyak jalan yang jelek.
Harga mobil di atas 250 jutaan masih sedikit yang bisa menjangkau sehingga keumungkinan konstant diatas 2,000 unit per bulan sangat kecil. Bisa dibandingkan nasib Mobilio yang dijual 200-230 jutaan saja di bulan Maret hanya terjual 2,100 unit, Suzuki ertigapun malah < 2000 unit per bulan. Toyota Avanza masih ngebut diatas 12,000 unit per bulan karena rentang harganya masih di 170-190 jutaan.
Brand Honda memang masih kuat di perkotaan, tetapi belum menjangkau seluruh pelosok negeri, sehingga penjualan Honda HRV yang boooming masih banyak dinikmati oleh pembeli dari perkotaan. Dan semenjak Honda terjun di kelas Low Car, angka penjualannya meningkat dan efeknya seperti yang dialami Suzuki yaitu pelayanan menurun tajam dan banyak yang kecewa dengan sistem penjualan Honda. Inilah bukti bahwa membangun after sales yang handal membutuhkan investasi yang besar apalagi saat produknya laku keras.
Pesaing Honda HRV yaitu Toyota Rush dan Daihatsu Terios saat ini juga sedang bersolek dan masih menggunakan RWD sehingga membuat pilihan yang berbeda untuk menahan laju kesuksesan Honda HRV.
Banyak yang mengatakan bahwa build in Quality Honda menurun tajam semenjak terjun ke mobil-mobil low (seperti Mobilio untuk LMPV dan Honda HRV untuk LSUV). Hal ini sebenarnya wajar karena untuk menyaingi harga kompetitornya, maka Honda harus menggunakan material yang lebih murah dari model-model asli Honda seperti pada Honda Freed, Honda City dll. Demikian pula Honda HRV yang sebagian orang mengatakan bahwa kualitas Interior Honda HRV masih belum bisa lebih dibandingkan Suzuki Ertiga sekalipun. Intinya Honda harus menampung semua masukan penggunanya untuk memperbaiki minor changer dengan kualitas yang lebih bagus.
Kehadiran Honda HRV membuat senyuman para petinggi Honda tetapi sekaligus membuat kekhawatiran baru karena dengan pilihan mesin 1.5 L dan 1.8 L dengan rentang harga 246-360 juta, maka bisa merusak saudaranya sendiri yaitu Honda Mobilio, Honda Jazz dan bahka Honda CRV.
Baru-baru ini salah satu majalah otomotif nasional mengeluarkan daftar mobil terbaik 2015 berdasarkan beberapa kategori, dan ternyata Honda HRV sudah menyabet 4 kategori sebagai The-Best.(1 kategori untuk type 1.5L dan 3 kategorui untuk 1.8L)...Sebenarnya terlalu dini untuk bisa mengatakan the-Best, karena Honda HRV di jepang beda dengan Honda HRV di Indonesia karena beberapa downgrade untuk pasar Indonesia. Minimal konsumen diuntungkan dengan banyak produk Honda yang hadir saat ini dan mulai mengisi area yang sebelumnya hanya dikuasai Toyota yaitu di Low MPV dan Low SUV.
Bagaimana konsumsi BBM honda HRV......? tunggu ulasannya di bawah ini :
Teori : berdasarkan produk yang menggunakan mesin yang sama yaitu Honda Mobilio dan Honda Jazz :
Honda HRV akan sulit menyamai konsumsi bbm Honda Mobilio dan Honda Jazz karena berat kosong mobil Honda HRV yang sekitar 1,2 ton jauh diatas berat kosong Honda Jazz dan Mobilio yang sekitar 1-1.1 ton saja. Jika honda Jazz dan Mobilio bisa dikisaran 8-10 km/liter (dalam kota yang macet), (10-12 km/liter) dalam kota lancar dan (12-15 km/liter) konstan, maka Honda HRV akan lebih rendah dari data tersebut.
Teori ....Konsumsi BBM Honda HRV
Dalam Kota Macet 7.5 - 9 km/Liter
Dalam Kota Normal 9 - 11 km/Liter
Normal Lancar/Luar Kota 11-14 km/Liter
Bagaimana kondisi aktual Konsumsi BBM honda HRV menurut para penggunanya ?
Inilah ulasannya ..
Berdasar hasil Uji lembaga EPA di Amerika Serikat, HRV bisa menempuh jarak 11.9 km/L dalam kota dan 14.8 km/L untuk luar kota. (Honda HRV 1.8 L CVT) tentu dengan bahan bakar pertamax plus.
Pengguna Wilayah Jakarta memberitahukan lewat kaskus bahwa konsumsi bbm Hond HRV di dalam kota adalah 8.6 km/L untuk type 1.5 L CVT dengan bahan bakar Pertamax
Konsumsi BBM Honda HRV wilayah DKI Jakarta
Pengguna lainnya yang memakai Honda HRV 1.8 L Prestige mencatat 12.3 km/L untuk rute Jalan tol Dalam Kota Jakarta.
Pengguna luar kota dalam test ke Bromo mencatatkan konsumsi bbm 14-16 km/L untuk 1.5 E CVT. Angka ini juga mudah diraih oleh kompetitornya seperti Toyota Rush dan Ford Ecosport untuk rute luar kota.
Pengguna lainnya hanya mencatat 9.2 km/L untuk type 1.5 E CVT untuk rute kombinasi dalam kota Jakarta.
Test Autobild mencetak HRV 1.8 prestige di angka 10.9 km/L untuk tol dan 16.3 km/L untuk konstan di tol. Untuk HRV-E 1.5 mencatat 13.7 km/L untul dalam kota dan 17 km/L untuk konstan tol..
Media lain mengetes HRV 1.5 E CVT dari Jakarta ke Bandung dengan hasil Tol 16 km/L dan Dalam kota bandung 10-13 km/L, dan kombinasi di level 12.5 km/L.
Pengguna HRV 1.5 E CVT yang melaju di tol konstant eco mode menyala terus, bisa tembus di konsumsi 18 km/L. Walaupun mode ini membuat tidak fun to drive karena harus memonitor eco mode menyala.
Pengguna Honda HRV 1.5 E CVT dengan pertamax plus untuk kendaraan harian malah hanya bisa berkutit di angka 9-10 km/L, tetapi ada juga yang bisa > 10 km/L untuk harian.
Bisa diambil kesimpulan sementara bahwa ;
Konsumsi BBM Honda HRV 1.5 L untuk penggunaan normal akan berkisar 8-10 km/L untuk dalam kota yang macet/normal dan 10-14 untuk penggunaan kondisi jalan lancar dengan asumsi mobil menggunakan bahan bakar Pertamax.
Konsumsi BBM Honda HRV 1.8 Prestige akan lebih boros sedikit dibandingkan yang type 1.5 L.
Testimonia atau pengetesan media otomotif yang menuliskan konsumsi bbm Honda HRV lebih dari 15 km/L atau bahkan > 20 km/L adalah untuk mode pengetesan/pengendalian dengan pengkondisian khusus dan tidak bisa dijadikan patokan oleh pengguna pada umumnya.
Sebagai bahan perbandingan, akhir tahun 2014 majalah otomotif terkemuka di Indonesia mengadakan uji konsumsi bbm pada beberapa jenis kendaraan dengan rute harian dalam kota Jakarta. Inilah hasil test tersebut : (Sumber Kompas Otomotif, Autobild Indonesia)
Pengetesan dilakukan di dalam kota dengan jarak tempuh 102,73 kilometer. Setiap model yang dites dipacu dengan kecepatan rata-rata 14,5 kpj. Berikut hasil pemakaian bahan bakar 12 kontestan liga irit tersebut.
Konsumsi BBM Honda HRV tidak terlalu istimewa karena dengan mesin Honda Jazz 1.5 L harus menghela bobot kendaraan 1.2 ton sehingga pasti dalam prakteknya akan lebih boros dari konsumsi BBM honda Jazz atau Honda Mobilio. Secara moderat angka 9-12 km/L adalah bisa diraih oleh mobil Honda HRV untuk para pengguna umum. Konsumsi akan anjlok di kisaran 8-10 km/L dalam kondisi muatan penuh.
Jika anda termasuk pengemudi dengan konsumsi BBM Honda HRV melebihi 12 km/L di rute kombinasi maka anda termasuk pengemudi yang santun.
Setelah melakukan traveling Jakarta Bali 2 tahun yang lalu, akhir tahun 2014 ini kami merencanakan kembali Perjalanan Darat Jakarta Bromo untuk mengisi libur panjang dari 25 Desember sampai 2 Januari 2015. Inilah kisah kami yang bisa menjadi referensi bagi para penyuka perjalanan darat menggunakan mobil untuk menuju tempat wisata dambaan keluarga.
Kenapa Bromo ?
Bersyukurlah kita dilahirkan di Indonesia, karena keindahan yang dimilikinya membuat dunia ingin memandangnya setiap saat. Ribuan pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke membuat pesonanya selalu dirindukan semua orang yang mampu menjangkaunya. Lihatlah betapa liburan seakan menjadi pelepas dahaga bagi anak-anak sampai orang tua untuk bisa melepas kepenatan aktivitas rutin harian dengan mengunjungi tempat rekreasi yang bisa membuka kebugaran hati dan pikiran untuk selalu membangkitkan energi baru.
Salah satu tempat yang ingin sekali banyak orang mengunjunginya adalah Wisata Gunung Bromo, hanya jarak dan biaya yang tinggilah yang menyebabkan banyak orang mengurungkan niatnya untuk mengunjunginya. Tetapi pesonanya yang terkenal jauh diseluruh dunia, menyebabkan ribuan wisatawan akan selalu memenuhi Bromo khususnya saat liburan tiba. Gunung Bromo akan selalu menjadi icon bagi profinsi Jawa Timur, karena siapapun yang sudah pernah ke Jawa Timur tidak akan lengkap kalau belum pergi ke gunung Bromo.
Setelah Bali, maka Bromo sangat memikat hati siapapun yang belum pernah mengunjunginya, karena photo-photo inilah yang membuat para petualang wisata akan memasukkan daftar wisata yang wajib dikunjungi.
Pemandangan Bromo yang Menakjubkan
Wisata Bromo sudah mendunia, Sunrise Bromo sangat terkenal bukan saja oleh wisatawan domestik tetapi juga wisatawan mancanegara. bahkan banyak wisatawan Bali yang memasukkan Bromo sebagai salah satu tempat yang harus dikunjungi setelah Bali.
Sun Rise Bromo dirindukan semua yang datang.
Bromo adalah tempat wisata petualang karena dengan ketinggiannya 2770 mdpl, maka lokasinya sangat dingin bisa mencapai 5 derajat di saat dini hari dan 20-25 derajat di siang hari. Sehingga untuk menikmati wisata di bromo maka harus tersedia semua perlengkapan di musim dingin seperti jaket tebal, kaus tangan, pelindung kepala dan telinga serta sepatu, bahkan jas hujan perlu dipersiapkan.
Masyarakat Bromo-pun memakai pakaian tebal.
Bromo menyajikan kesempatan bagi wisatawan menaiki Mobil Off Road yaitu Land Cruiser hardtop yang fenomenal serta kesempatan menaiki kuda di gurun pasirnya.
Hardtop dan Kuda adalah Kendaraan Utama Bromo.
Bromo memiliki lautan pasir yang hampir mengelilingi gunungnya........pemandangannya tidak kalah memikat karena di latarnya terdapat gunung Bromo dan Gunung Bathok.
Padang Pasir di Gunung Bromo.
Atas dasar itulah kami sekeluarga ingin mengunjunginya untuk pertama kali bersama-sama.
Persiapan dalam melakukan Perjalanan Darat Jakarta Bromo kali ini adalah
Memastikan kendaraan dalam kondisi prima dalam hal : sudah service reguler, ban tidak gundul, accu mobil tidak soak, lampu-lampu tidak mati, dan sarana hiburan seperti radio, tape, dvd mobil dalam kondisi baik.
Innovaku yang setia menemani perjalan ke Bromo.
Gunakan mobil yang nyaman untuk perjalanan jauh seperti MPV, semua jenis SUV atau lebih dari itu. Hindari menggunakan sedan atau mobil dengan ground clearance rendah karena akan menganggu selama dalam perjalanan dengan rute jalanan jelek dan berlubang. Kali ini kami menggunakan Innova yang sudah terbukti nyaman sewaktu kami pakai menembus pulau Bali 2 tahun yang lalu.
Persiapan Keberangkatan 26 Desember 2014 pukul 10.30.
Persiapan semua pakaian ganti sebanyak hari lama dalam melakukan perjalanan, hal ini supaya badan berasa nyaman dengan mengganti pakaian saat dibutuhkan. Hal inilah yang menyebabkan mobil Low MPV kurang disarankan karena daya tampung untuk perjalanan 5 hari kurang lega, kecuali memakai roof rack mobil yang banyak dijual ditoko accesories. Kami memubutuhkan 1 koper super besar, 3 koper anak dan 1 koper perbekalan makanan selama perjalanan.
Innovapun penuh dengan barang bawaan untuk 7 hari perjalanan.
Persiapkan uang cash yang cukup karena di daerah jumlah ATM tidak sebanyak di Jakarta atau kota besar lainnya. uang cash sangat berguna selama dalam perjalanan terutama untuk biaya makan, minum, bayar tol, bayar bensin dan bayar tiket masuk ke tempat wisata.
Pastikan kondisi kesehatan semua keluarga yang ikut dalam kondisi prima karena jika ada satu saja yang sakit, maka akan membuat perjalanan tidak nyaman.
Pastikan peta perjalanan sudah disiapkan seperti google map (smart phone), atau menggunakan GPS mobil supaya membantu mempercepat sampai tujuan.
Garmin Nuvi 205 ini yang kami pakai.
Pastikan tempat menginap seperti hotel sudah dibooking jauh-jauh hari supaya tempat peristirahanan bisa senyaman mungkin. Dalam masa liburan sangat sulit mendapatkan tempat menginap yang bagus jika tidak dilakukan booking sebelumnya.
Dan inilah perjalanan kami Perjalanan Darat Jakarta Bromo :
START (1)
Hari Jum'at 26 Desember 2014 pukul 11.00 Start dari rumah kami di Bekasi.
Rute yang kami ambil adalah Tol Jakarta Cikampek, melalui Saddang dan mengikuti jalur tengah yang kondisinya sudah bagus untuk perjalanan siang. Tidak disarankan menggunakan jalur tengah untuk perjalanan malam karena masih banyak jalan yang belum ada lampu penerangannya.
Rute Menuju Saddang (Jalur Tengah)
dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di tempat pemberhentian kami untuk melakukan sholat jum'at.
Isi penuh Pertamax 55 liter untuk innova.
Suasana lenggang jaln tol Cikampek 261214.
Memasuki Gerbang Tol terbesar di Indonesia (Cikarang Utama)
Sampai di Perempatan Saddang
ISTIRAHAT 1 - JATIWANGI (2) 12.00 - 15.30
Setelah 1 jam perjalan dari Bekasi ke Saddang, kamipun istirahat untuk melakukan sholat jum'at
Isirahat Sholat pukul 12.00 WIB.
Setelah hamnpir 45 menit Sholat jum'at, kamipun melanjutkan perjalanan menelusuri Jalur Tengah Subang, Indramayau dan Sumedang.
Jalur tengah yang lenggang.
2 Lajur kendaraan, cukup untuk melaju lancar.
Banyak dijumpai suasana kehidupan desa.
Mulus, lancar dan menyejukkan pemandangan.
mendung siap menjemput perjalanan kami.
Dari jaug hujan lebat sudah terjadi.
Pohon kayu putih banyak dijumpai di jalanan Subang-Indramayu.
Suasana daerah Indramayu tengah.
Hujan siap menghhadang perjalanan.
Hujan sangat lebat terjadi.
Menuju Cirebon, lalin macet.
ISTIRAHAT 2 JATIWANGI - TEGAL (3) 15.30- 18.40
Kami akhirnya harus istirahat di SPBU karena harus melepas lelah sehabis dihampiri hujan lebat selama menuju Jatiwangi. di SPBU kami tidak mengisi bahan bakar karena masih full, kami hanya ke toilet dan meluruskan kaki-kaki.