Selasa, 21 Agustus 2012

Jakarta Bali Perjalanan Darat Yang Mengesankan (1)

Bagi sebagian orang ke Bali adalah impian karena Wisata terkenal di seluruh Indonesia adalah Pulau Dewata Bali, bahkan sebagian besar orang Jepang, China, Korea dan Eropa akan lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia. Kenapa ? karena promosi nama"Bali" sebagai tempat wisata kelas dunia lebih menggema dibandingkan nama Indonesia sehingga tidak salah sebagian dari mereka lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia.

Tak terkecuali bagi saya bersama istri tercinta, dan 3 anak kami juga berharap suatu saat bisa pergi ke pulau Bali sebagaimana cita-cita sebagian orang Indonesia ingin pergi ke Pulau Dewata. Telah banyak tempat wisata yang sudah kami kunjungi terutama di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Banten dan bahkan Lampung dan kesan yang ada walaupun menyenangkan akan kalah dengan cerita akan keindahan pulau Bali. Keindahan dan kepuasan berwisata di Pulau Bali telah banyak ditayangkan oleh seluruh media televisi dan diberitakan melalui media cetak/tabloid bahkan meluas hingga di dunia maya tetapi semakin banyak yang memberitakannya maka akan semakin penasaranlah sebagian kita untuk pergi mengunjunginya.

Bali telah menjadi tempat yang banyak diinginkan seseorang untuk dikunjungi.........


Butuh waktu dan biaya yang memadai untuk bisa sekedar merasakan sensasi keindahan dan keramahtamahan penduduknya di Pulau Bali sehingga tidak semua orang bisa segera pergi ke pulau itu. Letak pulau Bali yang harus ditempuh dengan menyeberangi selat antara pulau Jawa dan Bali atau melalui pesawat terbang menyebabkan biaya dan waktu yang dibutuhkan menjadi pertimbangan untuk bisa sampai di Pulau Bali.

Akhirnya setelah sekian lama membuat perencanaan liburan panjang anak-anak sekolah tahun 2012, maka kami putuskan untuk bisa pergi dan merasakan sensasi wisata di Pulau Bali sebagai bagian dari pelajaran anak-anak dalam mengenal pulau-pulau di wilayah Indonesia. Banyak yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan perjalan ke Pulau Bali yaitu Biaya dan Waktu Liburan :
  • Biaya dari Jkt-Bali melalui pesawat terbang sungguh tidak murah karena 1 ticket pesawat yang memadai minimal harus membayar Rp 1,000,000/orang sehingga anggota kami yang 6 orang (termasuk mbah kokung) membutuhkan minimal biaya 2 x 6 x Rp 1,000,000 (pulang-pergi) = Rp 12,000,000
  • Biaya sewa kendaraan selama liburan di bali sekelas Innova = Rp 500,000/hari dan jika disewa minimal 5 hari maka akan memakan biaya = Rp 2,500,000
  • Biaya menginap di hotel yang nyaman untuk ber-6 adalah menyewa 2 kamar hotel kelas 3 dengan tarif Rp 700,000/hari). Untuk 5 hari harus dikeluarkan 2 x 5 x Rp 700,000 = Rp 7,000,000
  • Biaya akomodasi selama liburan = Rp 600,000/hari untuk 6 orang = Rp 3,600,000
  • Biaya oleh-oleh = Rp 2,500,000
Total Estimasi Biaya = Rp 12,000,000+ Rp 2,500,000 + Rp 7,000,000 + Rp 3,600,000 + Rp 2,500,000
Biaya  keseluruhan adalah Rp 27,600,000 untuk berlibur 6orang selama 5 hari.

Kami tidak berhenti berfikir untuk bisa berlibur ke Pulau bali dengan nyaman dan biaya ringan..........setelah berunding dengan keluarga akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Pulau Bali melalui jalan darat menggunakan kendaraan yang kami miliki Toyota Innova. Pertimbangannya adalah jiwa explorer dari kami yang ingin melihat kota-kota di Pulau Jawa baik bagian utara maupun bagian selatan membuat kami memilih menggunakan mobil (kami biasa melakukan perjalan jauh dengan mobil) selain faktor biaya yang menurut estimasi kami bisa menghemat hingga Rp 10,000,000.

Apa keasyikan  perjalanan darat  Jakarta-Bali ?

Saat Berangkat (Jalur Utara)
  1. Bisa singgah di kota-kota di Pulau Jawa untuk menyaksikan tempat-tempat menarik di sepanjang jalur utara dan selatan Jawa. (harus selektif memilih tempat yang akan disinggahi supaya tidak menguras waktu dan biaya)
  2. Bisa merasakan sensasi kuliner disepanjang jalur ke Pulau Bali minimal saat jam makan dan istirahat.
  3. Sebagai bahan pelajaran bagi kami dan juga anak-anak akan tempat-tempat menarik dan kota-kota di sepanjang jalur baik di Pulau Jawa dan Pulau Bali.
  4. Di saat dan moment tertentu kita bisa memilih untuk beristirahat sekedar mengenal daerah tempat pemberhentian.
  5. Biusa berfoto ria di kkota-kota yang kita singgahi.
  6. Bisa mampir di Madura sekedar merasakan kemegahan Jembatan Suramadu.
  7. Bisa mampir di Lokasi Bencana Lumpur Lapindo yang menghebohkan dunia.
  8. Bisa melihat gunung Bromo dari kejauhan atau bahkan bisa mampir jika ada waktu.
  9. Bisa melihat pembangkit listrik terbesar di Indonesia yaitu Paiton.
  10. Bisa merasakan sensasi menyeberangi selat Bali (Ketapang-Gilimanuk). 
  11. Bisa mengelilingi pulau Bali minimal jalur selatan Gilimanuk-Denpasar.
Saat Balik ke Jakarta (Jalur Selatan)
  1. Bisa merasakan sensasi kota santri di Jawa Timur sepanjang kota Banyuwangi ~ Malang
  2. Bisa merasakan jalur meliuk-liuk di daerah hutan di sepanjang wilayah lumajang ~ Solo.
  3. Bisa mampir di Kota Malang yang Sejuk.
  4. Bisa mampir di Kota Solo dengan wisata budayanya
  5. Bisa mampir di Kota Yogyakarta untuk sekedar berbelanja di Malioboro
  6. Bisa melihat sensasi Jalur Alternatif Pantai Selatan sepanjang jalan Pentanahan-Cilacap.
  7. Bisa mampir di Kota Garut-Bandung yang menawan.
Apa hambatan dan tantangannya :
  1. Fisik harus sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan mobil (kalau perlu bisa bergantian untuk menyetir)
  2. Siapkan multivitamin dan suplement penjaga stamina tubuh
  3. Jalur Peta Sepanjang Jalan dari Jakarta-Bali harus Valid (kalau perlu gunakan GPS dengan peta terbaru)
  4. Jika membawa anak-anak harus sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh.
  5. Kejenuhan selama dalam perjalanan.
Jika hambatan dan tantangan tersebut di atas belum disiapkan maka sebaiknya jangan melakukannya karena akan jadi perjalanan yang tidak mengasyikkan.

Perjalananku Jakarta-Bali (Timing : 29 Juni 2012 s/d 5 Juli 2012 selama 7 Hari)
Target Jarak Jakarta-Bali = 1,200 km, Perjalanan PP = 2,500 km.


MPV ini yang membawa kami Jkt-Bali Perjalanan Darat 2012

** Jakarta-Surabaya (Jarak estimasi 700 km)

Berangkat jam 16.30 dari Cibitung Bekasi Jawa Barat

Jalur Perjalanan Jakarta-Surabaya (Pantura)
  • Jalur yang ditempuh : Tol Jakarta-Cikampek, masuk Tol Cipularang dan Keluar Tol Cileunyi, Sumedang, Cirebon, Tegal - Semarang, Demak. Istirahat 3 x : di Sumedang (makan tahu sumedang), SPBU Rekor Muri di Tegal (Sholat dan Minum Penghangat Tubuh), dan menjelang Turunan Alas Roban (menghilangkan kantuk) 
  • Sampai di Demak pukul 05.00  untuk istirahat di Masjid Demak, makan pagi sambil melihat matahari terbit.
Fikri-Nahila-Nyzia di Latar Masjid Agung Demak
Di depan masjid Demak banyak sekali para peziarah yang sudah siap-siap berdo'a di pelataran Masjid, Di depan Masjid Agung Demak terdapat taman yang dikelilingi jalan dan di sepanjang pinggiran taman terdapat papan yang bertuliskan masing-masing Asmaul Husna yang berjumlah 99 mengelilingi taman.

Asmaul Husna di sepanjang Taman Masjid Agung Demak

  • Perjalanan Demak-Surabaya yang berjarak sekitar 280 km ditempuh dalam jangka waktu 8 jam, kami sampai di tempat menginap Hi-Point Apartement sekitar pukul 14.00 WIB. (Kenapa kami menginap ? karena kami ingin menikmati perjalanan ini sehingga kami harus memberi kesempatan pada tubuh untuk beristirahat. Surabaya-Denpasar Bali jaraknya 410 km bisa menghabiskan waktu hingga 10-12 jam tergantung kondisi penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. 
** Istirahat menginap 1 malam di Surabaya (30 Juni 2012)

  • Sesampai di Hi-Point Surabaya pukul 14.00 WIB, kami beristirahat selama 2 jam dan segera meluncur ke Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang (5,438 meter) dan termegah di Indonesia. Bagi saya ini untuk yang ke-2 bisa menikmati suasana jembatan Suramadu di sore-malam hari tetapi bagi istri, anak-anak dan kokung merupakan yang pertama kali. 
Jembatan Suramadu 2012 di Sore Hari
Tengah Jembatan Suramadu di Petang Hari

  • Masuk ke tol Suramadu dikenakan tarif Rp 30,000 (mobil) dan Rp 3,000 (Motor) dan sesampai di ujung Jembatan bagian Madura dari jauh terlihat banyak sekali pedagang souvenir yang ditata rapi berjejer dikanan kiri jalan. Setelah berputar arah akhirnya kami mampir untuk membeli souvenir untuk semua anggota keluarga berupa kaos "Suramadu" yang khas.
  • Perjalanan dilanjutkan ke "Plaza Tunjungan" yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di wilayah Surabaya dan terdiri dari 4 bangunan utama yaitu Plaza Tunjungan I-IV. Luar biasa mall ini karena walaupun sangat luas tetap aja mencari tempat parkir sangat sulit.........Kami hanya ingin melihat bagaimana keramaian Tunjungan Plaza di malam hari sekaligus mencicipi kuliner di dalam mall tersebut.
Tunjugan Plaza yang Super Ramai
Pusat Kuliner Arek Suroboyo

  • Di Plaza Tunjungan juga terdapat pusat permainan anak-anak yang sangat lengkap sehingga anak kami yang kecil merasa senang bisa memuaskan diri dari kejenuhan selama dalam perjalanan.
  • Istrirahat di Hi-Point pukul 22.30 ~ 05.00
** Perjalanan Surabaya-Ketapang sejauh 300 km (1 juli 2012)

Jalur Perjalanan Surabaya-Kuta Bali
  • Check Out dari Hi-Point pukul 06.15 menelusuri Tol Surabaya-Sidoarjo, tidak jauh dari pintu tol Sidoarjo maka akan terlihat bendungan besar di sisi jalan yang dibawahnya terlihat rel kereta api. Ya.........itu adalah bendungan lumpur lapindo yang menghebohkan dunia beberapa tahun yang lalu dan sampai sekarang luapan lumpur lapindo ditengah danau lumpur masih mengeluarkan lumpur yang ditandai dari kepulan asap putih membumbung tinggi di angkasa. 
  • Lokasi Lumpur Lapindo Sidoarjo : Lumpur yang keluar sampai saat ini dimulai dari 29 Mei 2006 sampai sekarang berarti sudah 6 tahun lebih lumpur telah menenggelamkan banyak desa di wilayah ini.
  • Kami sempatkan melihat bagaimana kondisi danau lumpur di lokasi kejadian 6 tahun silam. Warga di sekitar lokasi sedikit banyak membantu menjelaskan kejadian luapan lumpur lapindo sampai saat ini.
Lumpur Lapindo 29 Mei 2006 ~ Sekarang

Kami di Latar Danau Lumpur Lapindo
  • Perjalanan lanjut ke Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Ketapang dan disepanjang jalur ini banyak yang bisa dilihat di antaranya : Gunung Bromo dari jauh, Pembangkit Listrik Paiton atau Hutan jati di wilayah Situbondo.

Pembangkit Listrik Paiton

Hutan Jati Sepanjang Situbondo-Banyuwangi

  • Pukul 12.15 kami tiba di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (dibutuhkan 5-6 jam dari Surabaya-Ketapang)
** Perjalanan Ketapang-Gilimanuk-Kuta Bali (1 Juli 2012)

  • Sesampai di Pelabuhan Ketapang terlihat antrian di loket pembayaran ticket dan dijaga oleh beberapa polisi yang sedang memeriksa dokumen setiap pengendara mobil. Apa yang harus dipersiapkan untuk masuk ke Bali lewat pelabuhan Ketapang-Gilimanuk : KTP (Semua penumpang), SIM (Pengendara) dan STNK kendaraan.
Siapkan KTP, SIM dan STNK di Pelabuhan Ketapang
  • Tidak membutuhkan waktu lama kami menunggu kapal ferry yang sedang sandar di dermaga, setelah membayar ticket mobil sebesar Rp 114,000 kami mendapatkan ferry yang sudah hampir penuh dengan kendaraan di atasnya dan kami mendapat tempat no 3 terakhir sebelum pintu sandar ditutup dan siap berangkat.
Pintu Masuk kapal Ferry Pelabuahan Ketapang
  • Kapal Ferry berangkat sekitar Pukul 12.30 dan dari kapal ferry tersebut terlihat dari jauh pulau Bali yang selama ini di rindukan oleh sebagian besar masyarakt Indonesia untuk pergi. Perasaan senang diexpresikan oleh anak-anak kami karenaa memang saya dan mereka baru sekali ini pergi ke pulau Bali. 
Pulau Bali dan Selat Bali dilihat dari Kapal Ferry
  • Sekitar pukul 13.00 kapal Ferry bersandar di Pelabuhan Gilimanuk.
Kapal Ferry Merapat di Pelabuhan Gilimanuk.

** Perjalanan Gilimanuk ke Kuta Bali sejauh 140 km (1 Juli 2012)

  • Pukul 13.00 kami berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk dengan tujuan Tanah Lot karena object wisata terkenal di jalur Gilimanuk-Kuta adalah Tanah Lot.
  • Di luar dugaan jalur sepanjang Gilimanuk-Negara-Badung-Kuta bali sebagian adalah wilayah pegunungan yang berkelok seperti halnya jalur selatan antara nagrek-tasikmalaya. Walaupun jalannya mulus tetapi karena hanya muat 2 kendaraan saja sehingga sulit untuk melambung kendaraan di depan yang lambat, selain itu Bus-Bus dari jawa yang membawa para siswa yang melakukan studi-tour melaju sangat kencang karena mereka ditargetkan bisa melihat sun-set di Pantai Kuta.
  • Setelah melihat kondisi jalan yang macet akhirnya kami batalkan pergi ke Tanah Lot dan segera meluncur ke Hotel tempat menginap di Home@36 wilayah Kuta Bali.
Perjalanan Sampai di Negara Bali

  • Akhirnya pukul 18.30 kami sampai di Home@36 Hotel di dalam kompleks Discovery Mall, jadi hampir 6 jam untuk menempuh jarak 140 km (Tidak terbayangkan bahwa Bali juga macet seperti di Jakarta).
Discovery Mall Kuta Bali di Sisi Pantai Kuta
  • Di dalam kompleks mall inilah Home@36 Hotel berada menyatu dengan pusat perbelanjaan dan food court yang menghadap pantai.

Sampai di sini dulu Perjalanan Jakarta-Bali dengan menggunakan Innova-ku. Selanjutnya apa yang kami lakukan selama di Bali...........?? Lanjutkan Posting Jakarta Bali yang Mengesankan (2)


Salam Wisata.

20 komentar:

  1. Wah kapan ya.... Bisa ngikutin jejaknya...;-)

    BalasHapus
  2. Makasih infonya. Saya ada rencana akhir tahun 2012 ini jalan darat jakarta-bali-jakarta, tapi dengan rute sebaliknya, brangkat jalur selatan, pulangnya jalur utara. Bisa minta advise pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf Bu Noni, terlambat membalasnya. Gimana perjalannya ? memang jalur selatan dari Banyuwangi sampai Surakarta sangat padat dan sempit sehingga tidak cocok untuk perjalanan malam. Semoga happy bersama keluarga.

      Hapus
  3. wah sampai merinding sekujur tubuh nih baca ulasannya, jiwa explorer saya yg terpendam kemblai tergugah... cita-cita saya sejak bangku SMA nih.
    tq infonya... mudah"an bisa mengikuti jejaknya. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan Mas Diki, Aamiin. Jangan terjebak rutinitas, ada kalanya hobbi juga perlu disalurkan karena membuat hidup menjadi lebih bermakna.

      Hapus
  4. Lengkap sekali informasinya pa. Ini snagat membantu rekan rekan yang berjiwa petualang dan penuh dengan kekeluargaan. Kami coba terapkan untuk skala organisasi ya.

    Bravo.

    Agus Salim

    BalasHapus
  5. I strongly agree to your blog ....
    i think is Very Cool ..awesome
    Keep Posting
    Do not forget to clic my Name

    BalasHapus
  6. Info yang luar biasa lengkap... sy berencana desember 2013 ini.. terimakasih ulasannya pa Banyu Alas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 pak, kami juga sedang merencanakan perjalanan darat jarak dekat yaitu Jakarta-Dieng-Semarang di liburan anak-anak januari 2014. Intinya selama ada niat kuat dan waktu yang cukup, perjalanan darat jauh lebih menarik dibandingkan melalui udara.

      Hapus
  7. info kira2 habis berapa semua biaya bensin tol pulang pergi naik mobil innova?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk jalan jauh Innova bisa di rata-rata 10 km/liter premium. Saat itu harga premium masih Rp 4,500/liter. Jakarta-Surabaya-Bali-Yogya-Jakarta yang kami tempuh adalah 3,500 km termasuk (muter-muternya). Bensin saja pp habis kira-kira Rp 1,7 jutaan. Untuk tol pp: Cikampek, Pejagan, Surabaya kira-kira Rp 300 ribu (belum termasuk tol suramdu Rp 60,000 pp). Jadi total pengeluaran bensin dan tol jakarta-bali pp tidak kurang dari 2,000,000.

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  9. Jul/2013 yang lalu saya dan keluarga juga berlibur ke Bali dari Tangerang. Kendaraan Innova Diesel, Jumlah 6 orang. Total biaya yang dikeluarkan pp : BBM Solar+Ferry+Toll+Hotel+Makan/Minum = +/- IDR 6.50jt. Rute melalui jalur tengah karena di Brebes pada saat itu ada pengecoran/perbaikan jalan menjelang lebaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti menarik pengalamannya, Innova diesel lebih irit dari yang bensin tentu.

      Hapus
  10. Wow keren. Saya juga berencana Juli besok ke Bali, dari Semarang. Mau tanya kalau nyebrangnya Ketapang-Gilimanuk brp jam KALAU kapal ferry sudah berangkat dan mobil kita dapet giliran kapal selanjutnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga menarik perjalanan nanti pak, Nyeberang memakan waktu 1jam +- tergantung cuaca dan antrian sandar, jika kapal sudah berangkat perlu waktu 30 menit untuk masuk ke kapal selanjutnya, kecuali kapal yang beroperasi ada yang rusak maka bisa menunggu 1-2 jam. Yang lama menunggu adalah kalau cuaca memburuk maka bisa berjam-jam sampai cuaca membaik. (malah ada yang ditunda 1 hari sewaktu ada badai laut).

      Hapus
  11. Makasih Mas infonya.....seru sekali ceritanya,

    BalasHapus
  12. Cerita yang menarik dan sangat bermanfaat, khususnya saya yang pertengahan mei ini akan melakukan perjalanan darat dari jakarta ke bali menggunakan mobil pribadi. Sebenarnya saya ingin sekali lewat jalur utara, namun menurut info yang saya dapatkan bahwa jalur utara saat ini sedang dalam kondisi rusak dan proses perbaikan sehingga menyebankan macet yang luar biasa, mohon dikoreksi bila salah dan mohon info mengenai kondisi terkini jalur pantura. Selain itu saya juga mohon info mengenai penyebrangan Ketapang-Gilimanuk, apakah beroperasi 24 jam nonstop atau ada jam operasi tertentu?
    Atas atensinya saya ucapkan terima kasih dan sukses selalu untuk mas BanyuAlas dan kita semua.

    BalasHapus
  13. Mas Yanta K. Surbakti, apakah bisa dilaporkan kondisi jalan Jakarta Bali terkini?

    BalasHapus
  14. wow....pak banyu ini memang keluarga petualang...

    pak insyaallah pada bulan juli 2014 setelah idul fitri ini sy juga akan ke bali juga bersama keluarga sekalian tes drive new xenia

    mohon saran dan informasi rute mana yg aman dan nyaman...dan selama arus mudik ini kira-kira brapa hari saya bisa sampe di bali ?

    terimakasih untuk infonya.

    salam,
    agus

    BalasHapus