Showing posts with label Info Jabodetabek. Show all posts
Showing posts with label Info Jabodetabek. Show all posts

Sunday, 7 October 2012

Family Day TBINA 2012 Atlantis Ancol 102012

Hari Ahad tanggal 7 October 2012 Perusahaan kami TBINA melakukan Family Day yang melibatkan seluruh karyawan beserta anggota keluarganya. Tempat kali ini adalah Atlantis Taman Impian Jaya Ancol yang merupakan tempat rekreasi keluarga terbesar se-Asia Tenggara.


TBINA My Company 16 Tahun Mengabdi
Inilah Tempat Family Day tahun 2012 : ATLANTIS ANCOL.

Ancol Semarak 10-2012


Atlantis Ancol Jakarta 2012

Lokasi Acara Family Day

Pembawa Acara Utama adalah : Mucle dan Irma Dharmawangsa

Pembawa Acara Family Day TBINA 2012

Inilah Perjalanan Family Day kami :

Berangkat dari Cibitung Pukuk 07.30..................
Sampai di Pintu Gerbang Ancol sekitar Pukul 08.15 Ticket masuk gratis tetap Parkit bayar Rp 20,000

Muter-muter akhirnya kami parkir di sebelah Terminal Gondola antara Atlantis dan Gelanggang Samudra.

Atlantis TBINA 2012 - Nyzia Insert

Sesampai di Pintu Masuk Atlantis, kami menukar kupon Family Day menjadi Ticket Masuk Atlantis. Belum banyak teman-teman karyawan TBINA yang datang. Kami langsung masuk ke area Atlantis sebelah kiri dan langsung mencari tempat berteduh di depan Fried Chicken Colombus (Konsumsi Makan Siang dari Colombus milik Atlantis).


Aktivitas Pagi Pintu Masuk Atlantis TBINA 2012

Cuaca saat itu sangat menyejukkan dengan suasana pagi yang dingin......Karena jarak panggung yang cukup jauh dari pintu masuk Atlantis, apa boleh buat, snack pagi untuk anak-anak cukup untuk menambah energi sebelum mereka bergembira dengan air hari itu.

Papa Ono-Nahila-Nyzia
Di sekitar arena lokasi Family Day telah berkumpul karyawan beserta management untuk memulai pembukaan acara.............

Management-Union-Karyawan Bersatu
Inilah Gaya Irma dan Mucle saat pembukaan Family Day 2012 TBINA.

Pembukaan Family Day oleh Irma-Mucle

Selebihnya kami sekeluarga menghabiskan untuk mengikuti aktivitas Nahila dan Nyzia yang jauh lebih suka berenang dibandingkan mengikuti acara Family Day.......keinginan mereka ke Atlantis hanya Berenang dan Berenang sehingga praktis kami tidak bisa mengikuti acara demi acara Family Day.


Ada Juga Lho Si-Ijo di Family Day TBINA 2012

Setelah melihat seluruh lokasi di Atlantis, kami memilih kolam renang untuk anak dengan kedalaman 0-50 cm agar terjaga keselamatannya.

Fikri-Nahila-Nyzia sipa Berenang

Berenang-Berenang

Kelinci Kuning Menemani Nyzia-Nahila

Kami sempat berkeliling hampir seluruh fasilitas di Atlantis :

Atlantis Memang Teduh Oy..........

Pada Ngapain Ngak Pada Berenang ?
Tepat jam 12.00 Acara Favorit Ombak......diaktifkan.....

Acara Ombak Ahad Jam 11.12.13.14.15.16.17

Gondola yang melintas di atas Atalantis menambah kemeriahan Ancol di Oktober 2012.

Gondola di Atas Atlantis

Setelah kurang lebih 3 jam mengantarkan keceriaan bersama anak-anak..........akhirnya kami memutuskan segera mengakhiri Family ay di Atalantis, tujuan kami selanjutnya adalah Pameran Alat Perang di Monas.

Selamat Bersua Kembali Atlantis

Gerbang Utama Ancol
PERJALANAN KE MONAS = PAMERAN ALAT PERANG

Ternyata di luar perkiraan, perjalanan dari ancol ke Monas yang hanya berjarak 5 km ditempuh dalam waktu hampir 2 jam, kemacetan dimana-mana terutama menjelang Monas karena ada acara Pameran Peralatan Perang TNI-AD.


Ancol-Monas 2 Jam

Ancol Yang Mempesona 10-2012
Ancol pada 7 Oktober 2012 dipenuhi pengunjung yang ingin berekreasi sambil melihat pameran.

Monas dalam Jangkauan Kami
Inilah suasana pameran Alat Perang TNI-AD.

Suasana Pameran Alat Perang Monas 10-2012
Kokung-Fikri-Nahila-Nyzia

Dan beginilah minat masyarakat (anak-anak) akan alat perang negara kita :

Anak-Anak Suka Tank

Suasana Monas lainnya :



Monas saat acara pameran membuat ratusan pedagang menyerbu monas sehingga tidak bisa dihindarkan sampah dimana2 menumpuk dan merusak pemandangan dan kesegeran monas.semoga kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan suatu saat melekat di hati masyarakat Indonesia.........Selamat berjumpa lagi Monas.


Selamat Tinggal Monas, Smapai Berjumpa Lagi....

Demikian Perjalanan 9 Jam kami mengikuti Family Day TBINA 2012 dan Melihat Pameran Alat Perang yang ditunggu-tunggu oleh Fikri.......Semoga Bermanfaat.

Saturday, 6 October 2012

Tol Cibitung Cilincing Menanti Asa........

Tol Cibitung Cilincing akhirnya menuai hasil setelah terkatung-katung hingga 5 tahun yang lalu, Pembebasan tanah mulai dilakukan pada Januari 2012 dan Desember 2012 mulai pembangunan. Selesai pembangunan tol ini ditargetkan 2014-2015.



Sumber : bumn.go.id

PT MTD CTP Expressway, pemegang konsesi ruas tol Cibitung-Cilincing, akan menarik pinjaman PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank International Indonesia senilai Rp2,94 triliun

Direktur Utama MTD CTP Expressway Yussof Merican mengatakan akad kredit ditargetkan akhir 2012. Pinjaman dipakai untuk membiayai proyek ruas Cibitung-Cilincing 33,93 km.

Dia mengatakan sudah ada pembicaraan dengan kedua bank tersebut.Dan dari pembahasan bersama itu, semua sepakat melanjutkan perjanjian pembiayaan yang dulu dilakukan pada 2007.

“Kalau nanti pembebasan lahan sudah 75%, baru akan kami lakukan financial closed yang baru,” ujarnya Jumat 2 Maret 2012.

Berdasarkan negosiasi awal, katanya, kedua perbankan itu menyatakan siap mendanai 70% kebutuhan konstruksi proyek tol tersebut, yaitu sekitar Rp2,94 triliun dari Rp 4,2 triliun.

Sementara sisanya, akan bersumber dari ekuitas perusahaan sekitar Rp1,26 triliun. “Tapi, selain kedua bank tersebut, potensi masuknya perbankan lain masih juga terbuka,” katanya.

Yussof menargetkan pembebasan lahan proyek tuntas awal 2013 sehingga konstruksi dimulai pertengahan 2012. Dengan begitu, MTD CTP Expressway dapat mengejar target operasi 2014.

Masalah administrasi

Sayang, proses pembebasan lahan baru dimulai Januari lalu, dengan tahap sosialisasi kepada masyarakat, dan belum ada pembayaran ganti rugi.

Penyebabnya a.l. karena lambatnya penerbitan perpanjangan Surat Permohonan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) maupun pemetaan kawasan untuk tanah yang akan dibebaskan.

“Sekarang perpanjangan dari SP2LP yang kami dapat 2007 sudah ada, kami harapkan proses pembayaran ganti rugi bisa segera dilakukan,” tambahnya.

Yussof juga berharap dengan diterbitkannya UU Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Bagi Kepentingan Umum tahun lalu, dapat  mempercepat proses pembebasan lahan di ruas tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengakui lambatnya proses pengadaan lahan proyek tol Cibitung-Cilincing dimulai lantaran terkendala masalah administrasi.

Menurutnya, proses administrasi untuk pembebasan lahan di hampir semua ruas memang cukup panjang, sehingga baru bisa dilaksanakan awal tahun ini.

Akan tetapi, katanya, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian agar operasional bisa tetap dilaksanakan pada akhir 2014.

Khusus untuk pembebasan lahan untuk proyek tol Cibitung-Cilincing diperkirakan mencapai Rp288 miliar.

Belum ada pembebasan

Hingga kini, berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, dari total kebutuhan lahan seluas 197,5 hektar, belum ada satu bidang lahan pun yang sudah dibebaskan.

Padahal penandatanganan amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) tersebut telah dilakukan sejak Agustus 2011 lalu.

Adapun keberadaan ruas tol tersebut ditujukan sebagai akses langsung untuk mendukung arus barang dari kawasan industri Cibitung dan Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Pembangunan jalan tol ini rencananya akan dilakukan dalam empat tahap, yaitu seksi I Cibitung-SS Telaga Asih (2,65 km), seksi II SS Telaga Asih-SS Tembalang (9,72 km).

Kemudian seksi III SS Tembalang-SS Tarumajaya (14,29 km), dan seksi V SS Tarumajaya-Cilincing (7,27 km).

Jalan tol Cibitung-Cilincing diproyeksikan dapat menampung volume lalu lintas harian hingga 26.885 kendaraan per hari.

MTD CTP Expressway mendapatkan hak pengelolaan jalan tol itu selama 40 tahun dengan penetapan tarif awal sebesar Rp 1.323 per kilometer pada 2014. (Bsi)




Cilincing-Cibitung Dibangun Tol

Ilustrasi JORR/Istimewa
Cilincing, Wartakotalive.com 18 Juli 2012

Wilayah Cilincing, Jakarta Utara; dan Cibitung, Bekasi, yang berjarak 34,1 kilometer akan segera dihubungkan dengan akses jalan tol yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Rencana pembangunan tol itu akan dimulai akhir tahun ini, dan diperkirakan selesai pada tahun 2014 dengan total investasi Rp 4,22 triliun.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum bersama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melakukan sosialiasi kepada warga yang terkena proyek pembangunan jalan tol itu.

Sosialisasi itu dihadiri puluhan warga yang digelar di Kantor Kelurahan Marunda, Jakarta Utara, Senin (16/7). Proyek pembangunan jalan tol itu akan melintasi kawasan Marunda, Cilincing, dan Semper Timur.

Meski belum menawarkan nilai ganti rugi, beberapa warga meminta harga ganti rugi tanah di atas nilai jual objek pajak (NJOP). Kasmuri (51), warga Jalan Sungai Tirem, Marunda, mengatakan, harga NJOP saat ini adalah Rp 614.000 per meter. Namun ia akan meminta ganti ruginya di atas harga NJOP tersebut.

"Saya akan minta di atas Rp 1 juta per meter, bahkan kalau bisa sampai Rp 10 juta per meter. Tahu sendiri sekarang cari tanah itu susah," kata Kasmuri.

Permintaan itu, kata Kasmuri, bukan tanpa alasan, karena ia telah menetap di tempat tersebut sejak tahun 1982 bersama istri dan enam anaknya.

"Untuk pindah itu perlu biaya dan memakan waktu mencari rumah yang baru. Apalagi bukan hanya sekedar membeli tanah saja. Tetapi harus membangun rumah kembali, dan harga bahan material sekarang kan sudah mahal," kata Kasmuri.

Hal senada dikatakan oleh Rojali (55). Ia akan meminta ganti rugi di atas NJOP. Rojali bersama sekitar 2.000-an warga yang berada di dalam satu RW akan mendukung proyek tersebut.

"Kami pasti mendukung proyek tersebut, tapi ya setidaknya harga ganti ruginya yang sesuai. Untuk itu kami akan menunggu tim untuk mendata wilayah kami," katanya.

Tri Kurniadi, Sekretaris Kota Jakarta Utara, mengatakan, saat ini masih dalam tahap pelaksanaan sosialisasi proyek pembangunan kepada warga yang kemungkinan lahan atau rumahnnya digusur untuk proyek tersebut. Untuk ganti rugi harus dilakukan pendataan terlebih dahulu terhadap lahan dan rumah milik warga.

Sementara itu, Sjaiful Anwar, Ketua Tim Pembebasan Tanah Tol Cibitung-Cilincing, mengatakan, tol sepanjang 34,1 kilometer itu terdiri dari 4,3 kilometer masuk wilayah Jakarta dan 29,8 kilometer masuk wilayah Bekasi.

"Pembangunan jalan tol dibiayai Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk biaya pembebasan lahan. Tol ini untuk mengurai kemacetan dan memperlancar proses pendistribusian barang yang sering menggunakan truk dan trailer sehingga tidak perlu masuk ke dalam kota," kata Sjaiful. (suf)





Senin, 16 Juli 2012 23:33:09 WIB
Tol Cilincing-Cibitung Dimulai Desember 2012

PostKotaNews.com


CILINCING (Pos Kota) – Pembangunan jalan Tol Cilincing-Cibitung segera dimulai yakni Desember 2012. Diharapkan dengan adanya tol ini bakal mengurangi kemacetan Jalan Raya Cakung-Cilincing (Cacing) dan jalan-jalan lainnya di Jakarta Utara.
Pasalnya, jalan tol tersebut merupakan akses langsung untuk mendukung arus barang dari kawasan industri Cibitung-Cikarang, Bekasi, menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan demikian kendaraan trailer atau kontainer tak lagi memadati Jalan Raya Cacing.
Selain itu, nantinya Tol E1 Semper-Rorotan tak hanya akan disambungkan ke Tol E2 Cilincing, tetapi juga disambungkan ke Cibitung dalam proyek Tol Cilincing-Cibitung ini.
Demikian diungkapkan Sekertaris Kota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, di sela-sela sosialisasi pembangunan Tol Cilincing-Cibitung di Kelurahan Marunda, Senin (16/7).
Menurutnya, saat ini sedang dilaksanakan sosialisasi proyek pembangunan kepada warga yang kemungkinan lahan atau rumahnya terkena pembangunan proyek itu.
“Dalam pembangunan ini setidaknya dibutuhkan areal selebar 40 meter dari bahu jalan dengan panjang 3 kilometer. Saat ini kami baru pengenalan proyek. Jadi belum ada pembicaraan luas lahan yang akan dibebaskan, dan harga untuk pembebasan lahan,” jelas Tri Kurniadi.

PEMBEBASANLAHAN

Sekko menjelaskan proyek pembangunan jalan tol ini sepenuhnya dibiayai Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk untuk biaya pembebasan lahan. Sementara Pemerintah Kota Jakarta Utara hanya membantu memfasilitasi Kementeriaan PU untuk bertemu dengan warga.
Salah seorang warga, Waryono,28, berharap pemerintah bisa memberikan harga pembebasan lahan yang adil. Sementara ini nilai jual objek pajak (NJOP) di kawasan Cilincing berkisar Rp 700.000 sampai Rp1,5 juta per meter persegi.
“Intinya kami sebagai warga sangat mendukung adanya pembangunan jalan tol ini, tapi sejauh ini saya belum tahu, apakah rumah saya kena pembebasan lahan atau tidak. Makanya saya mengikuti sosialisasi ini,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mamat, 39, warga lainnya. Ia mengaku sangat mendukung adanya pembangunan jalan tol tembus dari Marunda ke Cibitung ini. “Mudah-mudahan dengan adanya jalan tol ini ke depan Jalan Cacing tidak akan macet seperti sekarang ini,” jelasnya. (wandi/ak/o)
Teks :Sekertaris Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi didampingi Lurah Marunda Ali Mudasir (ke tiga dari kanan) saat sosialisasi pembangunan jalan tol Marunda- Cibitung. (wandi)

Sunday, 19 August 2012

Jalur Mudik Tercepat Jakarta ke Jawa Tengah

Tahun 2012 adalah mudik terpadat sehingga hanya untuk lolos dari kemacetan Simpang Jomin Cikampek yang berjarak 2 km dari pintu tol Cikopo pemudik harus menghabiskan 12 jam pada saat puncak mudik, sungguh ngak masuk akal karena perjalan ke kampung halaman masih sangat jauh.

Tidak jauh beda dengan jalur Selatan, dimana Nagrek menjadi titik paling macet dan dibutuhkan berjam-jam untuk lolos dari jalur pegunungan ini.

Bagaimana agar tahun-tahun yang akan datang yang jumlah kendaraan baik roda dua dan roda empat semakin banyak ?

Berikut ini Jalur Mudik yang pantas untuk dilakukan pada saat ada informasi puncak mudik di Cikampek :
  1. Tol Jkt-Cikampek.
  2. Jika mendengar ada kemacetan di pintu tol Cikopo dan menginginkan tetap melewati pantura, maka harus keluar Tol karawang Timur supaya tidak dialihkan ke arah Sadang atau bahkan ke Jatiluhur. Ikuti jalur utama jalan provinsi ke arah simpang Jomin dan akan bertemu ribuan pemudik yang memakai motor. Pilihan ini sama saja membiarkan kemacetan menjadi sahabat selama mudik sehingga dibutuhkan minimal 5-6 jam untuk bisa sampai Ciasem yang juga padat merayap.
  3. Jika ingin jauh lebih cepat dari jalur Pantura maka ambillah jalur Tol Cipularang ke Arah Bandung (Ambil sebelah kiri menjelang pintul Tol Cikopo)
  4. Akan dilewati Pintu Tol Sadang, Pintu Tol jatiluhur dan Pintu Tol Padalarang...........jangan sekali-kali masuk ke-3 pintu tol tersebut karena berarti akan melewati jalur tengah yang masih sempit dan gelap.
  5. Cobalah keluar Pintu Tol Pasteur Bandung (Kenapa ngak keluar pintu tol Cileunyi ? karena pintu tol ini akan macet berjam-jam untuk akses ke jalur selatan)
  6. Setelah keluar pintu tol Pasteur, ikuti jalan yang membelah bandung ke arah Cibiru-Cileunyi (Jalur ini lancar karena warga bandung juga sedang meninggalkan bandung untuk melakukan mudik).
  7. Setelah bertemu dengan pertigaan Cileunyi, ambil arah kiri ke arah Jatinangor-Sumedang. 
  8. Ikuti jalur ini maka akan bertemu kelokan pegunungan sebelum sampai ke daerah Sumedang-Kadipaten dan langsung bertemu akses tol Palimanan-Kanci-Pejagan.
  9. Sesampai di pintu tol Pejagan tinggal pilih mau ke purwokerto berarti belok kanan dan mau ke semarang berarti belok kiri.
Jalur tersebut di atas akan jauh lebih cepat dari jalur pantura cikampek-subang-pamanukan maupun jalur selatan nagrek-tasikmalaya-wangon.


Ringkasan Jalur Mudik Cepat :

Masuk Tol Jkt-Cikampek
Ambil Jalur Tol Cipularang 
Di Daerah Cimahi Ambil ke Arah Pintu Tol Baros
Ikuti Jalur yang membelah Bandung
Sampai di Pertigaan Cileunyi Ambil Kiri ke Arah Sumedang
Ikuti Jalur ke Arah Cirebon
Masuk ke Pintu Tol Palimanan-Kanci
Masuk ke Tol Pejagan
(Pilih Tujuan Masing-Masing)

Semoga Bermanfaat