Sunday, 7 July 2013

Konsumsi BBM Mobil Hasil Liga Irit Autobild 2013

Bagi yang hobby otomotif, maka majalah Autobild Indonesia mungkin menjadi langganan bacaan setiap bulan. Untuk edisi ke-266 pada 3-16 Juli 2013, penulis tertarik menulis kembali hasil Liga irit 2013 yang diadakan oleh Autobild Indonesia.


Selama ini sangat sulit menentukan konsumsi bbm sebuah kendaraan, karena sangat tergantung dari berbagai faktor antara lain :

  1. Gaya dan cara mengemudi, semakin pengemudi mengendalikan kendaraanya dengan putaran optimum  2000-3000 rpm secara stabil maka akan diperoleh konsumsi bbm terbaiknya. Kondisi ini hampir sulit dilakukan oleh semua pengemudi di Indonesia, karena semua pengemudi mengininkan gaya yang sesuai dengan karakter masing-masing. Sehingga kebanyakan pengemudi sangat sulit memperoleh konsumsi bbm yang irit versi pengetesan media otomotif.
  2. Kondisi lalu lintas, dimana semakin macet, stop & go, pengereman yang sering, maka akan menyebabkan konsumsi bbm lebih boros 30-50% dari kondisi teriritnya. Misalkan honda jazz bisa irit di angka 15 km/liter di jalan bebas hambatan, tetapi di kondisi macet maka konsumsi bbmnya akan dop hanya sekitar 8-9 km/liter.
  3. Kondisi kontur jalanan, dimana jalanan yang cenderung menanjak, jalanan yang keriting, jalanan jelek akan menyebabkan putaran mesin membutuhkan rentang diatas 3000 rpm sehingga akan lebih boros dibandingkan dengan kontur jalanan yang flat dan mulus.
  4. Konsumsi BBM kendaraan matic akan lebih boros dibandingkan dengan yang manual untuk type kendaraan yang sama. Kendaraan matic memiliki perbandingan rasio gear yang berbeda dibandingkan dengan yang manual, dimana untuk matic membutuhkan putaran awal mesin yang lebih tinggi dibandingkan yang manual.
  5. Beban kendaraan, Semakin ringan muatan kendaraan, maka akan menghasilkan konsumsi bbm yang lebih irit. Maka tidak heran pada saat mudik, sebagian besar kendaraan akan membawa barang bawaan yang berlebih memenuhi mobil sehingga konsumsi bbmnya akan lebh boros.
  6. Pemilihan velg kendaraan. Sebenarnya pihak produsen mobil sudah merancang ukuran velg yang memenuhi kesimbangan antara kestabilan, akselerasi dan kenyamanan. Tetapi sebagian orang lebih suka fashion sehingga mengganti velg standard pabrikan menjadi yang lebih besar, memang lebih eye catching tetapi gesekan terhadap jalanan menjadi lebih besar sehingga mobil lebih boros.
Dalam edisi 266 Autobild Indonesia dilakukan pengujian konsumsi bbm untuk berbagai jenis kendaraan yang beredar di Indonesia. Methode pengujiannya adalah :
  1. BBM yang dipakai adalah Shell Super, Shell V-Power (Premium Car) dan Shell Diesel.
  2. Rute dalam kota adalah berbagai jalanan di wilayah Jakarta dengan kecepatan rata-rata sekitar 17 km/jam
  3. Rute luar kota adalah tol Jakarta-Cipularang-Pasteur pp. dengan kecepatan rata2 sekitar 40 km/jam.
Inilah hasil Ligar Irit Autobild 2013 (dalam km/liter)

NoMobilDalam Kota Luar Kota BBM
1Audi A6 2.8 FSI6.7811.4Shell V Power
2Cevrolet Spin 1.3 TDCI13.8520.96Shell Diesel
3Ford Focus Sedan 2.0 A/T8.3414Shell Super
4Honda Accord 2.4L VTI-L7.5113Shell Super
5Hyundai Santa Fe 2.2 CRDi8.7515.51Shell Diesel
6Mazda 6 2.5 Skyactiv10.7515.52Shell Super
7Mercy B200 AMG Style9.6815.87Shell V Power
8Mitsubishi Mirage Exceed 1.2 A/T13.9218.72Shell Super
9Nissan Grand Livina X-Gear 1.5 A/T11.3314.52Shell Super
10Proton Exora prime 1.6 CFE7.7914.88Shell Super
11Subaru XV 2.0 A/T CVT8.7113.4Shell Super
12Toyota Nav1 2.0 G10.414.2Shell Super

Dari hasil uji konsumsi bbm tersebut diatas, ada yang bisa di ambil kesimpulan :
  1. CC kecil akan memberikan hasil konsumsi bbm yang jauh lebih irit dibandingkan mobil dengan CC besar. Lihatlah Cevrolet Spin 1,300 cc dan Mitsubishi Mirage 1,200 cc jauh lebih irit dari mobil lain yang mempunyai cc >1,500 cc.
  2. Mazda 6 sunggup fantastic karena teknology terbarunya "SKYACTIV" mempunyai kemampuan menghasilkan tenaga dengan efisiensi tinggi. Hanya Mazda 6 dengan CC diatas 2.0 yang mempunyai konumsi bbm > 10 km/liter untuk rute dalam kota.

26 comments:

  1. Ikutan rembug ya mas. Saya beli Toyota Agya type G 1.000 cc versi Matic. Konsumsi dalkot 1:9, lukot 1:14. Saya pakai Shell Super. Saya kecewa, krn harapannya beli mobil tsb bisa irit di 1:20. Ataukah krn belum mencapai 1.000 km jadi msh boros ? Selain itu, di toll speedometer mentok di 100 km, gak mau lebih. Gimana ya baiknya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama gan, ane baru pake daihatsu Ayla type X matic. ane baru pake cuma dalam kota, blm kemana2.. dari depok ke pasar minggu, jarak pulang pergi 30km.. ane hitung2.. konsumsi nya 1:8 sampe 1:9.. kenapa ya? padahal syarat mobil LCGC itu kan 1:20

      Delete
    2. satu lagi, cuma sebagai info.. dahulu kala, saat cari kerja susah banget. ane pernah jadi sopir bluebird. ane pake timor.. konsumsi nya di hitung sekitar 1:8, trus ane naek pangkat pake suluna, konsumsi nya sekitar 1:12.. itu semua operasi dalam kota.. jadi apakah normal untuk mobil LCGC Agya dan Ayla dengan konsumsi 1:9?

      Delete
    3. Irit mas sy pya ayla type x sudah saya bwa mudik dengan jarak tmpuh krg lbh 700 km dan waktu tempuh 26 jam non stop dan ac on,dan melakukan jalan tanjakan dan menurun dan tikungan bhkan jalan rusak,sy pkai pertamax hbis 450 dan balik ke jkt dgan waktu lbih lama skitar 30 jam habis 400 rbu

      Delete
  2. Mas Banyualas : numpang tanya. kalau untuk mobil2 kecil sejuta umat, seperti Avanza, Veloz, Xenia, Ertiga, VIOS, Yaris, Innova, March, Livina XV 1,5 gimana ya ? apa pernah di test juga? sharing dong hasilnya ..
    Terima kasih
    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah banyak media Autobild mengulasnya. Resume saja : Avanza-Xenia 1.3 G M/T rata2 10-12 km/liter, Veloz 10-11 km/liter, Ertiga 11-13 km/liter, Vios=Yaris 12-14 km/liter, Innova 7,5-9 km/liter, March 11-13 km/lter dan Livina 12-13 km/liter. Setiap media membuat test, hasilnya beda karena tergantung driver, jalanan dan kondisi kendaraan.

      Delete
  3. Toyota agya ternyata boros. saya juga punya, posisi di Balikpapan. Untuk rute kombinasi dalam kota hanya 1 : 10,6 km. Kalau sudah begini siapa yang harus dikomplain. Pemerintah yang mengeluarkan ijin atau ATPM (yang jelas pasti banyak alasannya untuk menghindar)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Asan, konsumsi bbm sangat dipengaruhi oleh keahlian kaki memainkan pedal gas. Record Agya-Ayla yang dikemudikan Driver Asal Jepang adalah 1 : 26 km. Kenapa Agya bisa boros di Balikpapan.....mungkin karena Balikpapan termasuk kota yang banyak tanjakan...inilah musuh mobil untuk irit. Harusnya yang wajar dengan jalanan flat bisa di atas 16 km/liter untuk orang biasa.

      Delete
    2. mas banyu, ane pernah pake timor.. setiap hari muter2 jakarta kurang lebih 300km/hari. konsumsi BBM nya di hitung sekitar 1:8, trus ane ganti pake suluna, konsumsi nya sekitar 1:12.. itu semua di dalam kota.. jadi apakah normal untuk mobil LCGC Agya dan Ayla dengan konsumsi 1:9?

      Delete
    3. Konsumsi bbm ayla 1:9, sangat tidak wajar. Kemungkinan terbesarnya adalah diambil sample pengambilan data saat boros (sehabis macet atau jalanan yang menanjak). Data akan sangat akurat kalau konsumsi bbm diukur full tank, catat km...pakai sampai kira-kira jarum turun 1/2 dari kondisi full.....kemudian isi full tank kembali. Maka jarak tempuh dibagi dengan konsumsi bbm (liter sampai full tank) adalah hasil real untuk mobil ayla.

      Delete
  4. Istri saya juga memakai AYLA type X AT yang pemakaiannya rata2 1:10 utk dlm kota dg PERTAMAX, sementara saya pakai Grand Livina AT bensin Premium rata2 1 : 9, artinya memang AYLA ataupun AGYA memang cukup boros.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita tunggu test konsumsi agya-ayla versi Autobild di edisi selanjutnya. Pengalaman pengguna ayla-agya berbeda-beda. menurut test autbild tgl 7 Desember 2013 Ayla X M/T : diperoleh Dalkot : 14.9 km/liter dan tol konstan : 21.3 km/liter. memang yang A/T akan lebih boros dibandingkan yang manual. lihat sumbernya di http://test.autobild.co.id/read/2013/12/22/9209/47/14/Hasi-Tes-Daihatsu-Ayla-Varian-Tertinggi. Artinya kondisi jalanan tempat Pak Samadi mungkin lebih banyak stop-go dibandingkan jalanan untuk test autobild.

      Delete
    2. Menurt saya irit pak,tapi sy memakai ayla type x mt...udah saya coba untuk mudik dan prnah mencapai kecepatan skitar 140 kpj di tol semarang bawen dan sy melakukn mudik dengan jarah hmpir 700 km dan waktu tmpuh 26 non stop dan ac on habis bensin pertamax 450 itu msih sisa byk bgat hampir fuel...dan balik ke jkt dengan waktu 30 jam biaya 400 dan masih sisa byk

      Delete
  5. Mobil 1000 CC kayak ayla/agya/xenia mesinnya gak ada tenaga.. apalagi pake matic, matic dimana2 lbh boros dari manual... 1000 cc jgn ngarepin powernya besar, pasti org yg mengendarainya jd sering nginjek gas utk bisa mendapatkan powernya udh gitu agya pake matic, ya jgn complain klo akhirnya boros... yg bisa dpt 14,9 kpl menurut saya dia pasti gak nge-gas sampai > 3000 rpm spy dpt iritnya...

    ReplyDelete
  6. Menurut saya irit, saya pake ayla x matic, jogja wonosobo via selentho jalanan naik turun berlubang, tercatat 17,1 kpl.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo luar kota avanza G 1.3 2007 bisa 16 kpl kondisi freestyle drive
      LGCC berarti memang teknologinya masih perlu ditingkatkan

      Delete
    2. Yang paling membuat drop konsumsi bbm adalah kondisi stop-go yang terlalu sering. Sehingga mobil seirit apapun kalau kejebak macet di jalanan maka konsumsi bbm akan anjlok dikarenakan kendaraan akan menarik energi paling besar saat kondisi start.

      Delete
  7. Komsumsi bahan bakar terios 2007 saya : 15 Km/liter
    https://armadhanijati.wordpress.com/2015/01/19/konsumsi-bahan-bakar-terios/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, itu hemat banget Gan, kalau keluar kota yang kecepatan konstant, komnsumsi 15 km/L untuk Terios bisa diraih.

      Delete
  8. Ayla agya boros banget ya. Kalo mau hemat ya pake mobil diesel. Tuh keliatan hasil liga irit. Chevrolet spin diesel mantep banget iritnya. Tadinya saya minat, tapi pabriknya udah tutup. Sekarang saya lagi pake isuzu panther tahun 2000. Konsumsi tol dalam kota dengan ac bisa 1:11. Kalo luar kota bisa 1:16.

    ReplyDelete
  9. pake spin jakarta jogja bisa 1:19 ngga pake eco drive2an kalo lagi kepancing or mau ngelewatin bis di tanjakan ya bejek aja. jalanan campur sari berangkat lewat utara pulang lewat selatan. hampir2 sama aja tuh konsumsinya

    ReplyDelete
  10. Oli ngefek juga kalo mau irit pake yg 20-50 tapi ya tenaganya kurang daripada yg 10-40

    ReplyDelete
  11. mudik 2015 saya bawa teriosTX2012 adik bawa avanza G 2015, terbukti terios selalu lebih irit 1 strip digital . Jakarta - wonogiri.

    ReplyDelete
  12. mirage emg irit tp itu mobil berisik saya langsung jual

    ReplyDelete